Minggu, 31 Oktober 2010

Pemasaran

Universitas Gunadarma



Pengertian dan Konsep Pemasaran

Pengertian Pemasaran

        Merupakan keseluruhan dari pengertian tentang penjualan, perdagangan, dan distribusi. Pemasaran secara luas dapat diketahui dari definisi oleh William J. Stanton :
Sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.


Penciptaan Faedah bagi Konsumen

        Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah
·       Produksi yang membuat barang-barang
·       Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut
        Sebuah perusahaan harus dapat menciptakan faedah bagi konsumen. Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan.

Perusahaan dapat menciptakan 5 macam faedah, yaitu
a.      Faedah bentuk
b.     Faedah waktu
c.      Faedah milik
d.     Faedah informasi


Konsep Pemasaran

        Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
§  Pendekatan serba fungsi
§  Pendekatan serba lembaga
§  Pendekatan serba barang
§  Pendekatan serba manajemen
§  Pendekatan serba sistem

Pendekatan Serba Fungsi

        Adapun funsi pokok pemasaran :
v  Penjualan
v  Pembelian
v  Pengangkutan
v  Penyimpanan
v  Pembelanjaan
v  Penanggungan resiko
v  Standarisasi dan Grading
v  Pengumpulan informasi pasar
Kedelapan fungsi poko pemasaran tersebut dapat dimasukkan ke dalam tiga macam lagi, yaitu :
ü  Fungsi Pertukaran, meliputi penjualan dan pembelian
ü  Fungsi Penyediaan, meliputi Pengangkutan dan Penyimpanan
ü  Fungsi Penunjang, meliputi Pembelanjaa, penganggungan resiko, stndarisasi dan grading, dan pengumpulan informasi pasar.

Pendekatan Serba Lembaga
        Lembaga tersebut adalah
a)      Penyedia barang
b)      Produsen
c)      Perantara pedagang
d)     Perantara agen
e)      Peusahaan persaingan
f)       Pembeli akhir

Pendekatan Serba Barang
        Suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi kekon sumen akhir.

Pendekatan Serba Manajemen
        Mempelajari pemasaran dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta keputusan yang mereka ambil.

Pendekatan Serba Sistem
        Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh.

Struktur Organisasi Pemasaran
        Manajer pemasaran membawahi sejumlah individu yang dikelompokkan kedalam 2 sub bagian, yaitu sub bagian perencanaan dan syub bagian penjualan umum


Pasar

         Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.
Tiga unsur penting dalam pasar :
·         Orang dengan segala keinginan
·         Daya beli mereka
·         Kemauan untuk membelanjakan

Macam-macam pasar
1.   Pasar konsumen
2.   Pasar industri
3.   Pasar penjual
4.   Pasar pemerintah

         Segmentasi Pasar
        adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen.


Marketing Mix dan Produk

         Pengertian Marketing Mix
                 adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran bagi perusahaan, yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
        
         Pengertian Barang
                 adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.

         Penggolongan Barag menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongkritannya
a.       Barang tahan lama
b.      Barang tidak tahan lama
c.       Jasa

         Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya oleh Pemakai
a.       Barang Konsumsi
·         Barang Konvenien
·         Barang Shopping
·         Barang Spesial

b.      Barang Industri
·         Bahan baku
·         Komponen dan barang setengah jadi
·         Perlengkapan operasi
·         Instalansi
·         Peralatan ekstra
         Siklus Kehidupan Barang
                 Terdiri atas 5 tahap yang berbeda, yaitu :
a)      Tahap perkenalan
b)      Tahap pertumbuhan
c)      Tahap kedewasaan dan kejenuhan
d)     Tahap kemunduran
        
         Merk
                 adalah suatu nama atau istilah symbol yang dimaksudkan untuk member tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan pesaing.


Saluran Pemasaran

Minggu, 24 Oktober 2010

Disain dan Perilaku Organisasi

Universitas Gunadarma


Pengertian Organisasi


Menurut Boone dan Kurtz, organisasi didefinisikan sebagai berikut :
Oraganisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.

Manajer harus menyusun suatu struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan. Definisi organisasi itu mencakup tiga elemen pokok, yaitu :
1. Interaksi manusia
2. Kegiatan mengarah pada tujuan
3. Struktur

Organisasi Formal dan Informal

Organisasi Formal

Organisasi formal merupakan system tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab dan pertanggungjawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah
1. Wewenang
2. Tanggung jawab
3. Pertanggungjawaban
4. Delegasi
5. Koordinasi

Organisasi Informal

Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan social yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.

Dalam sebuah kelompok kerja terdapat tiga kategori karyawan, yaitu :
Anggota-anggota kelompok dalam (inner group)
Anggota-anggota kelompok pinggir (fringe group)
Anggota-anggota kelompok luar (out group)

Sentaralisasi Vs Desentralisasi

Organisasi yang Disentralisasi

Sebuah perusahaan yang mengambil kebijakan menempatkan wewenang pengambilan keputusan utama dan pengendalian ditangan beberapa eksekutif puncak disebut organisasi manajemen yang disentralisir. Jadi, organisasi manajemen yang disentralisir merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengendaliannya dipegang disuatu pusat, biasanya eksekutif puncak.
Beberapa kebaikan organisasi disentralisir adalah :
1. Bahwa pengendalian yang lebih efektif dapat dilakukan
2. Cenderung memperpendek jangka pengambilan keputusan
3. Memungkinkan bagi seluruh unit untuk mengikuti suatu rencana tindakan yang seragam

Beberapa keburukan organisasi disentralisir adalah :
1. Jika perusahaan berkembang dengan pesat, maka beban kerja pada eksekutif puncak menjadi terlalu banyak
2. Organisasi yang disentralisir hanya memberi pengalaman sedikit kepada manajer muda dalam mengambil keputusan

Organisasi yang Didesentralisir

Banyak perusahaan besar telah menggunakan didesentralisir wewenang manajemen. Manajemen yang didesentralisir merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilakasnakan pada jenjang tertinggi. Desentralisir diterapkan dengan alasan yang berbeda. Beberapa peusahaan mendesentralisir pengambilan keputusannya karena mengetahui bahwa kondisi dari pabrik ke pabrik berbeda. Karyawan disetiap pabrik mengetahui bahwa kegiatannya lebih baik daripada kegiatan karyawan disentralisir. Jadi mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik.

Struktur Organisasi dan Penyusunannya

Pembentukan Struktur Organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu:
1. Interaksi kemanusiaan
2. Kegiatan yang terarah ke tujuan
3. Struktur

Manajemen harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.

Tujuan sebuah perusahaan yang berupa “menyediakan barang yang berkualitas baik dengan harga bersaing kepada konsumen” tidak dapat menjabarkan kondisi peralatan produksi yang harus diperiksa secara teratur dan diperbaiki jika terjadi kerusakan. Tujuan perusahaan sering bersifat luas dan tidak memberikan ciri kegiatan kerja secara individual. Akibatnya, tujuan-tujuan itu harus dipecah kedalam tujuan-tujuan khusus kepada karyawan dalam perusahaan.

Hierarki Tujuan

Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing-masing karyawan. Tujuan-tujuan yang lebih luas menyangkut kemampulabaan, penjualan, pangsa pasar dan jasa dipecah kedalam tujuan-tujuan untuk masing-masing divisi, masing-masing pabrik, masing-masing departemen, masing-masing kelompok kerja dan masing-masing karyawan individual. Jika hal ini sudah ditetapkan, setiap karyawan dapat melihat sumbangannya terhadap pencapain tujuan organisasi secara keseluruhan. Jumlah jenjang dalam hierarki bergantung pada besarnya dan kekomplekan perusahaan. Perusahaan yang lebih kecil biasanya mempunyai jenjang lebih sedikit dibanding perusahaan besar.

Departementalisasi

Pembentukan struktur oerganisasi dimulai dengan penganalisisan kegiatan-kegiatan utama organiasi. Dikebanyakan perusahaan kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, dan personalia. Masing-masing kegiatan ditugaskan ke departemen atau bagian yang berbeda dalam perusahaan termasuk manajer dan karyawannya.

Wewenang dan tanggung Jawab

Dengan tumbuhnya organisasi, manajer harus menugaskan sebagian kegiatannya kepada bawahan agar dapat mencurahkan waktunya pada fungsi-fungsi manajerial. Tindakan menugaskan kegiatan kepada bawahan disebut pendelegasian.

Berapa Banyak Bawahan yang Harus Ada di Bawah Seorang Manajer ?

Salah satu alasan untuk departementalisasi adalah terbatasnya jumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh manajer disamping juga jumlah bawahan yang dapat disupervisi secara efektif. Rentangan pengendalian (span of control) merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer.

Faktor-faktor kritis dalam menentukan rentangan pengendalian yang optimal adalah :
1. Jenis pekerjaan
2. Pelatihan karyawan
3. Kemampuan manajer
4. Efektifitas komunikasi

Menjamin Komunikasi yang Efektif

Menghindari Pertumbuhan Organisasi yang Tidak Perlu

Dengan meningkatnya kekomplekan dan ukuran organisasi muncul kecenderungan untuk menambah personalia atasan dan spesialis. Kecenderungan ini bersifat alami seperti yang dapat terjadi dalam desentralisasi dan para manjer mengetahui bahwa rentang pengendalian mereka terbatas. Akan tetapi, perencana organisasi harus yakin bahwa jenjang manajer baru dan beberapa penasehat teknis sangat diperlukan, atau akan terjadi kenaikan sedikit dalam keluaran produksi atau efisiensi.

Mengapa terjadi kecenderungan untuk menambah karyawan pada tingkat yang lebih tinggi dibanding peningkatan pekerjaan ? Menurut Parkinson, penyebabnya terletak pada :
1. Keinginan manajer sendiri untuk membangun “kerajaan” dengan menambah bawahan
2. Kerja tulis yang diciptakan oleh adanya kesempatan kerja dari karyawan tambahan

Bentuk-bentuk Struktur Organisasi

Dalam suatu organisasi dengan segala aktivitasnya, terdapat hubungan diantara orang-orang yang menjalankan aktivitas tersebut. Makin banyak kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi, makin kompleks pula hubungan-hubungan yang ada. Untuk itu perlulah dibuat suatu bagan yang menggambarkan tentang hubungan tersebut termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsi. Bagan yang dimaksud dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi. Yang menjadi dasar dalam organisasi ini adalah pembagian kekuasaan (authority) dan tanggung jawab (responbility).

Ada empat pokok bentuk strutur organisasi, yaitu :
a. Organisasi garis (line organization) : kekuasaan mengalir secara langsung dari Direktur ke Kepala Bagian dan kemudian terus ke karyawan-karyawan dibawahnya. Masing-masing bagian merupakan unit yang berdiri sendiri, dan Kepala Bagian menjalankan semua fungsi pengawasan dalam bagiannya.

b.  Organisasi Garis dan Staf, merupakan kombinasi yang diambilkan dari keuntungan-kruntungan adanya pengawasan secara langsung dan spesialisasi dalam perusahaan. Tipe organisasi garis dan staf ini lebih baik digunakan untuk perusahaan sedang dan besar. Tugas kepala-kepala bagian yang semakin berat memerlukan bantuan para ahli (spesialis) yang dapat memberikan saran-saran dalam beberapa fungsi. Untuk ini dapatlah dibentuk staf. Selain memberi saran kepada pimpinan ataupun kepala-kepala bagian, mereka tidak mempunyai kekuasaan dalam pemberian perintah. Hubungan anatara pimpinan dengan bawahan langsung dinamakan hubungan garis. Sedangkan apabila hubungan mereka tidak langsung dalam hal ini manajer tersebut bertindak sebagai staf dinamakan hubungan staf.

c.  Organisasi Fungsional, dalam organisasi ini masing-masing manajer adalah seorang spesialis atau ahli dan masing-masing bawahan mempunyai beberapa pimpinan. Manajer memiliki kekuasaan penuh untuk menjalankan fungsi-fungsi yang menjadi tanggung jawabnya. Jadi bentuk ini lebih menekankan pada pembagian fungsi.

d. Organisasi Komite, organisasi ini dilakukan untuk mengumpulkan pendapat tentang berbagai kegiatan dalam perusahaan. Misalnya Komite Budget mempunyai anggota kepala-kepala bagian dalam peusahaan, seperti kepala bagian produksi, kepala bagian financial dan kepala bagian pemasaran. Mereka beusaha mengalokasikan dana dengan menyusun suatu budget yang terbaik untuk seluruh kegiatan perusahaan. Komite ini dapat dibentuk disemua bagian dalam organsiasi, sehingga sering terdapat beberapa macam komite.

Untuk membangun komite haruslah memperhatikan syarat-syarat berikut ini :
1. Suasananya santai dan bersifat informal
2. Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas-tugasnya
3. Komite mengetahui tentang tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
4. Masing-masing anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggota yang lain
5. Keputusan diambil secara konsensus
6. Masing-masing anggota bebas mengemukakan pendapat
7. Ketua komite tidak mempunyai kekuasaan atas yang lain

Kebaikan Komite

·         Merupakan sebuah forum untuk saling bertukar pendapat diantara beberapa anggota
·         Keputusan ditentukan bersama-sama sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik
·         Menciptakan koordinasi yang lebih baik
·         Meningkatkan pengawasan karena macam-macam komite tersebut dapat berhubungan langsung dengan para pelaksana

Keburukan Komite
·         Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan karena masing-masing anggota sibuk dengan pekerjaannya
·         Keharusan untuk berkompromi
·         Sering menimbulkan kesimpang-siuran dalam organisasi
·         Tidak mempunyai kekuasaan untuk mendukung saran-saran yang diberikan

e. Organisasi Matrik, organisasi ini digunakan berdasarkan struktur organsiasi garis dan staf yang sudah ada. Organisasi matrik, juga disebut organisasi manajemen proyek, dapat didefinisikan sebagai struktur organisasi dimana para spesialis dari bagian-bagian yang berbeda disatukan untuk mengerjakan proyek khusus. Dalam organisasi seperti itu beberapa anggota organisasi memberikan laporan kepada dua atasan, bukannya satu atasan seperti bentuk yang tradisional. Dalam setiap kasus mereka berusaha memusatkan kegiatan-kegiatan beberapa spesialis dari bidang fungsional yang berbeda pada maslah atau proyek khusus.

Perilaku Keorganisasian

Prediktor-prediktor penting dalam organisasi kerja meliputi :

Kelompok kerja

Dalam beberapa hal, kelompok-kelompok itu berbentuk karena karyawan mengharapkan lebih banyak manfaat pada pekerjaannya. Kelompok-kelompok tersebut tetap ada pada setiap peristiwa didalam organisasi karena mereka mengisi kebutuhan bagi para anggotanya.

Kebutuhan-kebutuhan itu dapat berupa : kebutuhan berkomunikasi, kebutuhan mempertahankan harga diri dan kepentingan ekonomi, serta kebutuhan akan keamanan atau perlindungan.

Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal, yaitu : keakraban satu sama lain, kepentingan bersama, pekerjaan serupa dan persahabatan. Semua ini akan menjadi dasar untuk saling melengkapi bagi kelompok-kelompok kerja yang ada.

Motivasi

Setiap orang pasti mempunyai motivasi sebagai alasan mengapa mereka berperilaku tertentu. Dengan kata lain, motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan. Setiap orang memliki motif yang berbeda untuk mengerjakan sesuatu yang sama. Karyawan dapat dimotivasi untuk bergabung dalam sebuah kelompok kerja jika mereka merasa bahwa kebutuhan pribadinya dapat lebih terpenuhi dengan cara seperti itu. Kebutuhan akan menimbulkan motif yang selanjutnya mengarah kepada perilaku untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Teori motivasi dari Maslow menekankan dua ide dasar yaitu :
1.  Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia
2. Kebutuhan manusia dikelompokan dalam sebuah hierarki kepentingan. Jika satu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan lain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan memerlukan pemuasan.

Pekerjaan dan Sikap Jabatan

Perkembangan teknologi dewasa ini telah menyebabkan penggunaan mesin dan peralatan otomatis yang lebih besar. Akibatnya, karyawan dipabrik kadang-kadang mengeluh bahwa pekerjaan mereka membosankan. Mungkin mereka merasa tidak memperoleh kesempatan untuk menggunakan keterampilannya. Kecenderungan kearah yang lebih otomatis di bidang manufaktur dan pertanian lambat laun akan mendapat tantangan dari serikat buruh. Moral merupakan sikap umum dari angkatan kerja dalam sebuah perusahaan terhadap jabatan mereka. Sedangkan kepuasan jabatan merupakan istilah lain yang memberikan arti banyak tentang hal yang sama.

Kepemimpinan

Dalam perusahaan, kepemimpinan itu berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan. Ini menjadi bagian penting delam memahami perilaku kerja. Beberapa penelitian telah memperlihatkan bahwa tidak ada “satu cara terbaik” untuk memimpin karyawan. Ini bergantung pada pemimpinnya, karyawan dan situasi yang ada.
Manajer yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjaan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimpin yang baik. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai manajer yang menghendaki segalanya yang ada secara efektif.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Manajemen Umum

Universitas Gunadarma


Pengertian Manajemen
Arti dan Fungsi Manajemen
          Definisi tentang manajemen yang diberikan oleh Profesor Oei Liang Lee. Manajemen adalah ilmu dan    seni merencanakan, mengorganisasi, mangarahkan, mengkoordinasi serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Ada 5 fungsi manajemen :
  • Perencanaan
  • Pengorganisasian
  • Pengarahan
  • Pengkoordinasian
  • Pengawasan

Jenjang Manajemen
     Terdapat 3 jenjang manajemen, yaitu :
  1. Manajemen Puncak atau Manajemen Eksekutif
    Manajemen ini merupakan manajemen tertinggi. Jenjang ini meliputi dewan direktur, direktur utama atau CEO.
  2. Manajemen Madya atau Manajemen Administratif
    Meliputi pimpinan pabrik dan atau manajer divisi.
  3. Manajemen Operasional atau Manajemen Supervisori
    Sering disebut supervisor garis pertama.

Latar Belakang Sejarah Manajemen
           Gerakan Manajemen Ilmiah
Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Buku yang diterbitkan berjudul The Principles of Scientific Management. Dalam bukunya Taylor mengemukakan beberapa prinsip, prinsip-prinsip tersebut :
Prinsip 1   : Semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan suatu cara terbaik    
                  untuk menyelesaikannya.
Prinsip 2  :  Orang yang tepat untuk menmangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah
Prinsip 3  :  Kita menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan menggaji pemegang jabatan  
                  dengan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.
Prinsip 4  :  Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.

Sekolah-sekolah Tentang Pemikiran Manajemen
            Sekolah Klasik (Classical School)
Sekolah klasik telah memberikan sarana tengtang fungsi manajemen primer, yaitu perancanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.

Sekolah Perilaku (Behavioral School)
Sekolah ini memusatkan perhatian pada aspek kemanusiaan dari manajemen dan menekankan kebutuhan bagi para manajer untuk memahami manusia.

Sekolah Ilmu Manajemen (Management Science School)
            Sekolah ilmu manajemen ini melibatkan matemetik dan statistik.

            Analisis Sistem
Sistem adalah suatu unit yang dibentuk dari dua atau lebih bagian-bagian independen yang berinteraksi untuk membentuk sebuah organisme fungsi.analisis sistem merupakan metode yang digunakan untuk menyeselaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasi bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka. komputer telah menyebabkan analisis sistem menjadi sebagai alat manajemen yang telah efektif, karena dapat menangani lebih banyak informasi.
      Manajemen Hasil
Manajemen hasil atau manajemen berdasarkan sasaran (MBO) telah semakin populer. MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan. Ini juga merupakan suatu falsafah manajemen yang menunjukan nilai tujuan pelaksanaan.

Perencanaan
           Perencanaan merupakan fungsi terpenting di antara semua fungsi-fungsi manajemen yang ada. Adapun sifat-sifat yang lain dari fungsi perencanaan adalah :
      Bentuk-bentuk perencanaan
           Perencanaan memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut :
  1. Tujuan (Objective)
  2. Kebijakan (Policy)
  3. Strategi
  4. Prosedur
  5. Aturan (Rule)
  6. Program


    Kegunaan Perencanaan
Adapun kegunaan daripada perencanaan adalah :
  1. Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu Mendatang
  2. Mengarahkan Perhatian pada Tujaun
  3. Memperingan Biaya
  4. Merupakan sarana untuk mengadakan Pengawasan
    Langkah-langkah penyusunan Perencanaan
Langkah-langkah yang harus diambil untuk menyusun suatu perencanaan adalah :
  1. Menerapkan Tujuan
  2. Menyusun Anggapan-anggapan (Premising)
  3. Menentukan Berbagai Alternatif Tindakan
  4. Mengadakan Pernilaian terhadap Alternatif-alternatif Tindakan yang sudah Dipilih
  5. Mengambil keputusan
  6. Menyusun Rencana Pendukung


    Perencanaa Merupakan proses Pendekatan yang Rasional
    Jangka Waktu Prencanaan
Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu :
  1. Perencanaan jangka panjang
  2. Perencanaan jangka menengah
  3. Perencanaan jangka pendek.
    Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan
Adanya kelemahan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempunyai sifat membatasi perencanaan.. faktor-faktor tersebut adalah :
  1. Sulitnya Mencari Anggapan Secara Teliti
  2. Perubahan yang Sangat Cepat
  3. Kekuatan Internal
  4. Kekuatan Eksternal
    Pengambilan Keputusan
  1. Syarat Pengambilan Keputusan
    Untuk bertindak mengambil keputusan secara rasioanal tersebut membutuhkan beberapa syarat, antara lain :
  • Harus berusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak terpenuhi tanpa melalui tindakan yang positif.
  • Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai beserta segala kekurangannya.
  • Harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan pernilaian berbagai alternatif sesuai dengan tuntutan-tuntutan untuk mencapai tujuan.
  • Harus bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuat untuk memilih alternatif yang paling baik.
  1. Alat Pengambilan Keputusan
Untuk mengambil keputusan yang rasional perlu dipergunakan alat-alat seperti :
  1. Operation research
  2. Teori probabilitas
  3. Linear programming

Pengorganisasian
    Pengertian
Ditinjau dari segi prosesnya, pengorganisasian merupakan usaha untuk menyusun komponen-komponen pokoksedemikian rupa, sehingga dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Dengan demikian fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi.
Hubungan-hubungan yang timbul di dalam organisasian dapat berbentak :
a.  Hubungan Informal
b.  Hubungan Formal


Pola Hubungan antar Komponen Organisasian


Rentangan Kekuasaan
  1. Latihan dari Bawahan
  2. Pendelegasiaan Wewenang
  3. Perencanaan
    Dasar-dasar penggolongan Bagian Di Dalam Organisasi
Pengelompokkan menjadi bagian-bagian di dalam sebuah organisasi dapat didasarkan pada beberapa faktor berikut ini :
  1. Didasarkan pada Suatu Angka
  2. Didasarkan pada Waktu
  3. Didasarkan pada Fungsi Perusahaan
  4. Didasarkan pada Luas Daerah Operasi
  5. Didasarkan pada Jenis Barang yang Dihasilkan
  6. Didasarkan pada Jenis Langganan

    Karakteristik Struktur Organisasi
Bentuk-bentuk struktur organisasi seperti garis, garis dan staf, fungsional serta komite mempunyai cirri-ciri yang berbeda. Namun demikian setiap bentuk struktur organisasi yang baik harus memiliki dua kerakteristik dasar, yaitu :
  1. Keseimbangan dalam Organisasi
  2. Fleksibel
Pengarahan
Prinsip-prinsip pengarahan
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan. Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu :
  1. Prinsip Mengarah Kepada Tujuan
  2. Prinsip Keharmonisan Dengan Tujuan
  3. Prinsip Kesatuan Komando

    Cara-cara pengarahan
Adapun cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa.
  1. Orientasi
  2. Perintah
  3. Delegasi Wewenang

    Komunikasi
Dari definisi-definisi tentang komunikasi tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa :
  • Di dalam komunikasi terdapat hubungan antara orang dengan orang, orang dengan lembaga dan sebaliknya.
  • Hubungan yang timbul di dalam komunikasi itu digunakan untuk menyalurkan gagasan, pendapat atau informasi.
  • Untuk mengadakan komunikasi, dapat digunakan kata-kata, surat, kode atau simbol.
Dengan mengunakan sarana-sarana seperti ini diharapkan komunikasi dapat lebih efektif dan efisien. Untuk maksud tersebut perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut :
  1. Komunikasi Harus Jelas
  2. Prinsip Integritas
  3. Prinsip Penggunaan Organisasi Inforrmal

    Motivasi
Motivasi mempunyai 2 bentuk :
a. Motivasi Positif
b. Motivasi Negatif

Pengkoordinasian
Prinsip-prinsip Koordinasi
a. Prinsip Kontak Langsung
b. Prinsip Penekanan pada Pentingnya Koordinasi
c. Hubungan Timbal Balik diantara faktor-faktor yang ada

Pelaksanaan Fungsi Koordinasi
a. Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitasbagi terlaksananya koordinasi.
b. Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi

Pengawasan
Pengawasan yaitu membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan standard atau rencananya, serta melakukan perbaikan-perbaikan bilamana menjadi penyimpangan.

Langkah-langkah Pengawasan
  1. Menciptakan standard
  2. Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard
  3. Melakukan tindakan koreksi

Syarat-syarat Pengawasan yang Baik
  1. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktifitas).
  2. Pengawasan harus luwes
  3. Pengawasan harus ekonomi




    (sumber : Pengantar Bisnis Karangan DR. Basu Swatha DH., SE., MBA dan Ibnu Sukotjo W. SE.)